09 September 2016
Online Ojeker
![]() |
| Image (Aslimalang Files) |
B: ngga lah, gue kan sekolah IT, udah kerja di IT juga.
A: ya gak papa kalik, orang dosen aja ada yang ngojekin
B: kalo gue sih memilih untuk memberikan kesempatan buat yang ngga bisa sekolah tinggi alhasil cuma bisa ngojekin aja, kalo lapak mereka diambil sama orang orang berpendidikan tinggi gue ngerasa ngga adil aja
A: kan rejeki orang masing masing
B: emang masing masing, tapi apa iya mau diembat semua tuh rejeki? bagi kita yg bisa memanfaatkan skill kita untuk pekerjaan yang lebih proper, why not? why "always" have to be an ojekers? while a lot of ppl need it?
#tanyakenapa
11 Februari 2015
Kisah Teledor #15: Katanya ini, Kok tiba tiba itu, Oh Ternyata...
Hmmmm... Hujan membasahi bumi, dari kemarin hingga hari ini, tak mengurangi niat saya untuk memenuhi undangan interview kemarin. Maaf saya telah teledor tidak menyampaikan salam kemarin sejak Kisah Teledor #14. Setelah sekian lama terhenti, akhirnya kembali lagi saya saatnya melanjutkan kisah ini, sadar atau tidak sadar, ada atau tidak ada yang membaca, tetap semangat menulis.
Kembali ke topik kita pada hari ini. Ya, saya telah menghadiri undangan interview itu, tentunya setelah menemukan alamat yang dituju. Begitu masuk, bertemu dengan interviewer. Wawancara itu hanya berlangsung singkat, tidak terlalu banyak bertanya, bahkan terkesan "terburu-buru". Mereka mengatakan ingin menempatkan saya pada divisi lain dan tidak sesuai sama sekali dengan yang saya lamar. Sampai pada akhir wawancara, mereka meminta sejumlah uang, untuk membayar seminar yang akan mereka adakan. Saat itulah saya mulai meragukan dan memilih untuk mengakhiri saja.
Poin yang akan saya berikan adalah. Jika selama ini orang berkata "Cari kerja susah", menurut saya tidak sepenuh nya benar. Di era digital seperti sekarang ini internet sudah bukan hal yang asing di telinga kita, jika kita mencari kerja di internet sesungguhnya tersedia banyak sekali lowongan kerja. Jadi cari kerja itu mudah, yang susah menyesuaikan dengan keinginan kita dan pekerjaan yang benar, setelah kita tahu sebuah pekerjaan yang sesuai dan benar, tahap selanjutnya adalah menunggu konfirmasi diterima atau tidak, itulah poin sulitnya. Jadi "cari kerja gampang", "dapat kerja susah".
Maaf saya telah teledor, sebelum nya kita sepakat bahwa kita ingin mencari penghasilan, bukan mencari kerja seperti di Kisah Teledor #6. Bukan bukan itu poin nya, maaf saya telah teledor.
Di sini perlu kita ketahui tadi bahwa mereka meminta sejumlah uang untuk seminar, jika saja saya teledor, mungkin saya menyanggupi persyaratan nya, bukan, bukan itu maksud saya, jika memang itu perusahaan yang benar, maka dia pastinya akan memberi pilihan untuk "potong gaji" dari upah pertama saat bekerja, upah nya memang cukup menggiurkan untuk seorang lulusan SMK, kembali lagi, kita harus berhati - hati.
Ummm, sebenarnya alasan pertama tadi mereka meminta uang untuk seminar, kemudian mereka meminta "uang pendaftaran". Saat itulah yang membuat saya berpikir dua kali, "duit dari mana?" Ya maklum, datang untuk cari penghasilan, bukan bayar buat dapat kerja. Maka dari itu lah, kita perlu hati hati. Wawancara kerja yang dilakukan oleh profesional dan perusahaan yang "legal" adalah, mereka tentu ingin mengetahui apa yang akan diberikan pelamar ke pada perusahaan, bukan uang tentunya, namun kemampuan, pengalaman dan hal tertentu. Ingat sekali lagi, bukan uang. Kalaupun mereka meminta uang, pilihannya adalah "potong gaji".
Sayangnya, ketika saya ingin bergegas pergi, mereka meminta CV saya, dan saya memberikannya, waspada, dua kali lipat, jika suatu saat cv itu digunakan untuk tindakan kejahatan, maupun mereka menyalurkan cv ke tempat lain, tetap cermati."Tidak ada perusahaan legal yang meminta uang untuk persyaratan masuk bekerja".
Kata Mutiara: Telitilah pada diri sendiri, apa yang kita lakukan, apa yang kita inginkan, cermat sebelum melakukan suatu perjanjian. Pahami sikap interviewer, bertanyalah bila tidak paham/tidak jelas padanya, cermat sebelum melakukan suatu perjanjian. Saya bukan menulis dua kali tanpa sengaja, namun memang sekali lagi cermat sebelum melakukan suatu perjanjian, adalah hal yang utama. "Tidak ada perusahaan legal yang meminta uang untuk persyaratan masuk bekerja".
Kembali ke topik kita pada hari ini. Ya, saya telah menghadiri undangan interview itu, tentunya setelah menemukan alamat yang dituju. Begitu masuk, bertemu dengan interviewer. Wawancara itu hanya berlangsung singkat, tidak terlalu banyak bertanya, bahkan terkesan "terburu-buru". Mereka mengatakan ingin menempatkan saya pada divisi lain dan tidak sesuai sama sekali dengan yang saya lamar. Sampai pada akhir wawancara, mereka meminta sejumlah uang, untuk membayar seminar yang akan mereka adakan. Saat itulah saya mulai meragukan dan memilih untuk mengakhiri saja.
Poin yang akan saya berikan adalah. Jika selama ini orang berkata "Cari kerja susah", menurut saya tidak sepenuh nya benar. Di era digital seperti sekarang ini internet sudah bukan hal yang asing di telinga kita, jika kita mencari kerja di internet sesungguhnya tersedia banyak sekali lowongan kerja. Jadi cari kerja itu mudah, yang susah menyesuaikan dengan keinginan kita dan pekerjaan yang benar, setelah kita tahu sebuah pekerjaan yang sesuai dan benar, tahap selanjutnya adalah menunggu konfirmasi diterima atau tidak, itulah poin sulitnya. Jadi "cari kerja gampang", "dapat kerja susah".
Maaf saya telah teledor, sebelum nya kita sepakat bahwa kita ingin mencari penghasilan, bukan mencari kerja seperti di Kisah Teledor #6. Bukan bukan itu poin nya, maaf saya telah teledor.
Di sini perlu kita ketahui tadi bahwa mereka meminta sejumlah uang untuk seminar, jika saja saya teledor, mungkin saya menyanggupi persyaratan nya, bukan, bukan itu maksud saya, jika memang itu perusahaan yang benar, maka dia pastinya akan memberi pilihan untuk "potong gaji" dari upah pertama saat bekerja, upah nya memang cukup menggiurkan untuk seorang lulusan SMK, kembali lagi, kita harus berhati - hati.
Ummm, sebenarnya alasan pertama tadi mereka meminta uang untuk seminar, kemudian mereka meminta "uang pendaftaran". Saat itulah yang membuat saya berpikir dua kali, "duit dari mana?" Ya maklum, datang untuk cari penghasilan, bukan bayar buat dapat kerja. Maka dari itu lah, kita perlu hati hati. Wawancara kerja yang dilakukan oleh profesional dan perusahaan yang "legal" adalah, mereka tentu ingin mengetahui apa yang akan diberikan pelamar ke pada perusahaan, bukan uang tentunya, namun kemampuan, pengalaman dan hal tertentu. Ingat sekali lagi, bukan uang. Kalaupun mereka meminta uang, pilihannya adalah "potong gaji".
Sayangnya, ketika saya ingin bergegas pergi, mereka meminta CV saya, dan saya memberikannya, waspada, dua kali lipat, jika suatu saat cv itu digunakan untuk tindakan kejahatan, maupun mereka menyalurkan cv ke tempat lain, tetap cermati."Tidak ada perusahaan legal yang meminta uang untuk persyaratan masuk bekerja".
Kata Mutiara: Telitilah pada diri sendiri, apa yang kita lakukan, apa yang kita inginkan, cermat sebelum melakukan suatu perjanjian. Pahami sikap interviewer, bertanyalah bila tidak paham/tidak jelas padanya, cermat sebelum melakukan suatu perjanjian. Saya bukan menulis dua kali tanpa sengaja, namun memang sekali lagi cermat sebelum melakukan suatu perjanjian, adalah hal yang utama. "Tidak ada perusahaan legal yang meminta uang untuk persyaratan masuk bekerja".
Kisah Teledor #14: Baterai HP ku Awet Sekali
Hari ini, entah mengapa terasa sulit untuk tidur, teringat kembali akan undangan interview esok hari. Sejenak ku berpikir, saat kulihat telepon genggam ku, terlihat baterai nya masih 67%. "Wow! Awet sekali baterai ku hari ini". Langsung kuperiksa "Apa yang salah dengan HP ku ini?", maklum sudah terbiasa terasa boros sekali tiap hari nya.
App demi app kuperiksa satu demi satu, dua demi dua. Anehnya tak ada notifikasi apapun, semakin ku penasaran, lagi - lagi kubertanya, "Apa yang salah?".
Tak lama kemudian tiba tiba ada sms yang menyatakan bahwa paket internet ku habis.
Ternyata ku tersadar, ku telah teledor, ku lupa beli paket internet macam mana rupanya??? Hingga tak ada notifikasi apapun yang membuat baterai ku awet.
Kesimpulan dari kisah keteledoran di atas adalah baterai telepon genggam tiba tiba awet karena internet tak berfungsi. Juga Anda telah mengalami keteledoran hingga tidak menghiraukan bahwa judul kisah keteledoran ini janggal. Di mana kah Kisah Teledor #13?
Kalimat Mutiara: Di dunia yang modern ini, paket internet yang habis bisa menghambat komunikasi Anda, namun bisa menambah daya tahan baterai Anda, selalu ada hikmah di setiap masalah, baik buruk nya suatu pengalaman, selalu ada pelajaran yang akan kita dapat. Salam.
10 Februari 2015
Keluhan Seorang Pengembara #1
Kemarin ketemu sebuah kata kata. Kira kira seperti ini.
Ya!
Kenapa?
dunia ini diciptakan sangat luas, banyak flora dan fauna yang tak terhitung jumlahnya.
Lho?
karena yang disensus secara rutin hanya manusia.
Iya juga ya???
Iya!
Jika masih ada wanita yang bisa membuat rumah tangga lebih tenang, kenapa pilih yang membuat rumah tangga terasa "panas" ya?
Ah situ kan sedang tidak jatuh cinta, makanya bisa berpikir logis.
Ya justru itu sebelum jatuh cinta pikir dulu.
Ngomong gampang jalanin nya susah!
Kata siapa? Coba kamu bilang sesuatu ke orang yang lebih tua tanpa pikir kata - kata, bisa?
Menjalankan itu hanya perlu mau atau tidak, kapan bergerak, tanggung jawab.
Jadi?
Coba pikirkan lagi, masih mau cinta buta?
Aku siapa?
Aku!
Kamu siapa?
Aku!
Kata Mutiara: Cinta memang buta, namun buta-nya cinta dapat terlihat oleh mata hati, walau pada kenyataannya "Kehidupan rumah tangga akan nampak biduk-nya setelah lama hidup bersama." (Khutbah nikah dari Penghulu).
Ketika wanita sudah tidak cerewetLalu coba diterjemahkan dalam hati.
Tidak beradu pendapat
Menurut pada segalanya yang pria katakan
Tidak lagi mengeluh
Tidak lagi bertanya sedang apa, dan dimana?
dan kapan pulang...
Saat itulah pria harus merasa cemas...
Mungkin dia sudah lelah dan kehilangan rasa...
Jadi bersyukurlah jika wanitamu masih mengesalkanmu dengan segala kecemasan, kecemburuan, dan keluhannya...
Artinya...
Dia masih Mencintaimu...
ketika pacar (wanita) sudah tidak cerewet, tidak lagi beradu pendapat, menurut pada segalanya yang pria katakan, tidak lagi mengeluh, tidak lagi bertanya sedang apa di mana, dan kapan pulang...Kok begitu?
saat itulah pria harus segera menikahinya,
jika sudah menikahinya, maka wajib menjaga nya sehidup semati,
istri idaman...
Ya!
Kenapa?
dunia ini diciptakan sangat luas, banyak flora dan fauna yang tak terhitung jumlahnya.
Lho?
karena yang disensus secara rutin hanya manusia.
Iya juga ya???
Iya!
Jika masih ada wanita yang bisa membuat rumah tangga lebih tenang, kenapa pilih yang membuat rumah tangga terasa "panas" ya?
Ah situ kan sedang tidak jatuh cinta, makanya bisa berpikir logis.
Ya justru itu sebelum jatuh cinta pikir dulu.
Ngomong gampang jalanin nya susah!
Kata siapa? Coba kamu bilang sesuatu ke orang yang lebih tua tanpa pikir kata - kata, bisa?
Menjalankan itu hanya perlu mau atau tidak, kapan bergerak, tanggung jawab.
Jadi?
Coba pikirkan lagi, masih mau cinta buta?
Aku siapa?
Aku!
Kamu siapa?
Aku!
Kata Mutiara: Cinta memang buta, namun buta-nya cinta dapat terlihat oleh mata hati, walau pada kenyataannya "Kehidupan rumah tangga akan nampak biduk-nya setelah lama hidup bersama." (Khutbah nikah dari Penghulu).
29 November 2012
Kisah Teledor #12 : Hape Baruku ternyata ......
Malam itu,
Di kala hari hujan,
Aku menunggu,
Nasi goreng ku.
Kala itu,
Aku bertemu,
Seorang tamu,
Berwajah semu.
Dia menyapaku,
menawarkan padaku,
hape baru,
untuk diriku.
Aku tersipu,
melihat benda itu,
karna ku tau,
tak sesuai dengan budget ku.
aku terpaku,
orang itu,
menawarkanku,
dengan harga, sesuai kantongku.
saat itu,
aku mau,
kini hapeku,
hape baru,
kuperiksa,
hape itu,
tak bernyawa,
wahai hapeku,
ternyata,
aku tertipu.
Sajak tersebut didedikasikan untuk seorang teman, yang telah teledor, membeli handphone dengan harga murah, berharap mendapat handphone canggih, namun dalam sekejap, handphone tersebut ditukar dengan dummy, atau handphone tiruan.
Kata Mutiara: Berhati hatilah, keteledoran, selalu mengintai Anda.
Di kala hari hujan,
Aku menunggu,
Nasi goreng ku.
Kala itu,
Aku bertemu,
Seorang tamu,
Berwajah semu.
Dia menyapaku,
menawarkan padaku,
hape baru,
untuk diriku.
Aku tersipu,
melihat benda itu,
karna ku tau,
tak sesuai dengan budget ku.
aku terpaku,
orang itu,
menawarkanku,
dengan harga, sesuai kantongku.
saat itu,
aku mau,
kini hapeku,
hape baru,
kuperiksa,
hape itu,
tak bernyawa,
wahai hapeku,
ternyata,
aku tertipu.
Sajak tersebut didedikasikan untuk seorang teman, yang telah teledor, membeli handphone dengan harga murah, berharap mendapat handphone canggih, namun dalam sekejap, handphone tersebut ditukar dengan dummy, atau handphone tiruan.
Kata Mutiara: Berhati hatilah, keteledoran, selalu mengintai Anda.
05 November 2012
Kisah Teledor #11 : Peraturan Dibuat Tidak Untuk Dilanggar
Sungguh naas judul tersebut di atas, apa yang terjadi? Ternyata sebuah sepeda motor yang ditabrak oleh mobil sedan. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Apakah sepeda motor tersebut tertabrak saat ingin menyebrang? Tidak, peristiwa tersebut terjadi bukan karena permasalahan siapa, kapan, bagaimana yang menyeberang.
Peristiwa yang terjadi di bulan November lalu itu ternyata disebabkan oleh "Keteledoran pengendara mobil Sedan tersebut". Keteledoran apa yang dilakukannya? Ternyata pengendara mobil tersebut memarkirkan mobilnya secara sembarangan. Tak disangka, mobil tersebut mengalami rem blong, dan melaju tanpa aba - aba (nyelonong), sehingga menabrak seorang Pengendara motor yang sedang menjual makanan.
Sebelumnya, pengendara mobil tersebut sudah diperingati untuk tidak memarkirkan mobilnya di tempat itu (depan pintu keluar salah satu SPBU di Jakarta Timur), namun si pengendara tidak mengindahkan peringatan tersebut.
Hasilnya, pengendara motor mendapatkan luka dan kerusakan beberapa barang bawaannya, dan pengendara mobil mendapati bemper depan mobilnya penyok. Kejadian tersebut juga mengakibatkan lalu lintas kendaraan di sekitar itu menjadi macet, akibatnya pengendara atau pengguna jalan lain mengalami kerugian kehilangan waktu yang berharga mereka.
Kesimpulan yang kita dapatkan adalah: ketika seseorang dengan sengaja melanggar peraturan, tidak hanya dirinya yang merugi, melainkan orang kedua, dan orang ketiga juga pun mengalaminya. Untuk itu, "Peraturan dibuat tidak untuk dilanggar"
Kata Mutiara : Taatilah peraturan, maka Anda akan selamat.
Peristiwa yang terjadi di bulan November lalu itu ternyata disebabkan oleh "Keteledoran pengendara mobil Sedan tersebut". Keteledoran apa yang dilakukannya? Ternyata pengendara mobil tersebut memarkirkan mobilnya secara sembarangan. Tak disangka, mobil tersebut mengalami rem blong, dan melaju tanpa aba - aba (nyelonong), sehingga menabrak seorang Pengendara motor yang sedang menjual makanan.
Sebelumnya, pengendara mobil tersebut sudah diperingati untuk tidak memarkirkan mobilnya di tempat itu (depan pintu keluar salah satu SPBU di Jakarta Timur), namun si pengendara tidak mengindahkan peringatan tersebut.
Hasilnya, pengendara motor mendapatkan luka dan kerusakan beberapa barang bawaannya, dan pengendara mobil mendapati bemper depan mobilnya penyok. Kejadian tersebut juga mengakibatkan lalu lintas kendaraan di sekitar itu menjadi macet, akibatnya pengendara atau pengguna jalan lain mengalami kerugian kehilangan waktu yang berharga mereka.
Kesimpulan yang kita dapatkan adalah: ketika seseorang dengan sengaja melanggar peraturan, tidak hanya dirinya yang merugi, melainkan orang kedua, dan orang ketiga juga pun mengalaminya. Untuk itu, "Peraturan dibuat tidak untuk dilanggar"
Kata Mutiara : Taatilah peraturan, maka Anda akan selamat.
02 November 2012
Katakan Merdeka Untuk Kedua Kalinya
Ketika sebuah keteledoran selalu dikaitkan dengan sifat buruk, saya akan mencoba mengambil sisi positif dari sebuah keteledoran. Hal yang unik, tentunya keteledoran yang dimaksud adalah keteledoran yang terjadi bukan dari diri kita, melainkan orang lain. Mengapa seperti itu? Sebagai contoh, ketika Indonesia dijajah oleh Belanda bertahun - tahun lalu, dan digantikan oleh Jepang.
Jepang yang mencoba menjajah Indonesia dan ingin mendapat keuntungan dari Indonesia tersebut telah melakukan sebuah keteledoran, rupanya mereka lupa, bahwa mereka pernah memberi hadiah berupa bom atom kepada Amerika, dan Amerika pun datang membalas hadiah yang diberikan jepang tersebut di dua tempat, yakni Hiroshima dan Nagasaki. Spontan Jepang pun berbondong - bondong kembali ke Negaranya untuk menyambut hadiah tersebut. Dengan semangat perjuangan para pemuda Indonesia, Indonesia pun memperoleh kemerdekaannya.
Kini telah 67 tahun Indonesia Merdeka, pesatnya pertumbuhan Indonesia mempengaruhi para Pemuda masa kini, untuk menunjukkan jati dirinya. Melalui berbagai macam karya, kegiatan dan prestasi. Salah satunya adalah "Aksi", dan yang lebih tepat adalah "Aksi untuk Indonesiaku".
Aksi apa yang dapat kita lakukan? Aksi untuk Indonesia, diantaranya: Judi, Membajak, dan Mabuk. Mari simak penjelasan nya.
Oleh : Mochammad Emir Sasmita - Orang Teledor
Tulisan ini dibuat dalam rangka merangkum, Aksi yang dapat dilakukan untuk Indonesia, juga untuk memeriahkan Kompetisi nge-blog Lintas.me (http://www.lintas.me). Gambar yang tercantum merupakan hasil karya pemegang hak cipta masing - masing. Tidak untuk diperjual belikan.
![]() |
| Hadiah dari Jepang untuk Amerika |
Kini telah 67 tahun Indonesia Merdeka, pesatnya pertumbuhan Indonesia mempengaruhi para Pemuda masa kini, untuk menunjukkan jati dirinya. Melalui berbagai macam karya, kegiatan dan prestasi. Salah satunya adalah "Aksi", dan yang lebih tepat adalah "Aksi untuk Indonesiaku".
Aksi apa yang dapat kita lakukan? Aksi untuk Indonesia, diantaranya: Judi, Membajak, dan Mabuk. Mari simak penjelasan nya.
- Judi.
Tunggu dulu, jika Anda membaca kata "Judi" dan melihat gambar di sebelah kiri tulisan ini, Anda mungkin akan mengira saya orang yang ingin menghancurkan Indonesia dengan mengajak Anda bermain Judi. Tetapi Judi di sini merupakan "Jujur dan Adil". Mulai dari diri kita, secepat mungkin dan se-konsisten mungkin kita terapkan perilaku Jujur dan Adil. Indonesia sudah terlalu tercemar oleh polusi kelakuan tercela. Orang sangat banyak menyebutnya "Korupsi". Korupsi dapat digambarkan menjadi sebuah perilaku. Perilaku yang menggerogoti tubuh suatu kelompok atau organisasi, kecil maupun besar, swasta maupun negara, untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Ketika seseorang yang dipercaya untuk mengelola keuangan tidak berkelakuan Jujur dan Adil. Korupsi akan segera terlaksana, cepat atau lambat. Kalau sudah begini, rakyat lah yang terkena imbasnya. Berbeda cerita, ketika seseorang tersebut berperilaku Jujur dan Adil. Maka sudah pasti, tidak terbesit keinginan bagi dirinya untuk melakukan perilaku menggerogoti tersebut. - Membajak.
Wow. Benar benar judul yang sangat Provokatif. Membajak sering dikaitkan dengan Laut. Sehingga Menjadi Membajak Laut. Apakah saya ingin mengajak Anda menjadi pembajak? Tentu saja tidak. Membajak di sini berarti "Memberantas Pembajakan". Pembajakan apa yang kita berantas? Maju pesatnya dunia Teknologi Informasi, memberikan dampak baik dan bahkan dampak buruk bagi sebagian maupun semua Orang. Diantaranya jumlah aktivitas pembajakan yang memprihatinkan. Beberapa Pembajakan yang dilakukan di Indonesia yakni: Penggunaan Software Ilegal, Meng-klaim hasil karya milik orang lain seperti mengutip sebagian atau seluruh berita, artikel, posting blog milik orang lain tanpa mencantumkan sumber hasil karya tersebut, juga duplikasi lagu atau film yang bertujuan untuk memperjual belikan hal tersebut, serta menyebarkan atau membagikan kepada semua Orang, tanpa izin dan persetujuan dari pemilik paten.
Jadi, dengan mengerti apa perilaku pembajakan yang terjadi di Tanah Air kita ini, dan ketika kita tahu hal tersebut bukan hal yang baik. Marilah kita mulai menghargai dan melindungi Hak Cipta masing - masing Individu.
- Mabuk.
Mabuk merupakan hal yang sangat memungkinkan kita untuk dapat menghilangkan kesadaran kita, sedikit maupun sepenuhnya. Tentu saja, perbedaan manusia normal dan manusia tidak normal dapat dengan mudah kita ketahui melalui "kesadarannya". Ketika manusia normal kehilangan kesadarannya, dia hampir sama dengan manusia tidak normal, baik dari sisi perilaku, maupun pemikirannya. Kehilangan kesadaran tersebut lah yang dapat melahirkan kembali perilaku - perilaku tidak terpuji, Apakah Anda berpikir saya akan mengajak Anda untuk mabuk? Tidak saudara - saudari. Bukan mabuk seperti gambar di samping yang kita bahas, melainkan "Membaca Buku".
Menurut penelitian, membaca (secara umum) dapat mengurangi penyakit Pikun, karena membaca menuntut kita untuk fokus pada sebuah "bahan baca" dan membuat otak tetap aktif. Dengan membaca, kita juga dapat mengembangkan keluwesan dan memperkaya kosakata kita. Membaca juga dapat mengurangi kita dalam hal - hal yang membuang waktu, untuk mendapatkan sebuah informasi baru.
Ketika kita memutuskan untuk membaca sebuah buku, artinya kita ingin mendapatkan sebuah informasi sesuai Judul buku yang akan kita baca. Buku dalam arti luas mencakup semua tulisan dan gambar yang ditulis dan dilukiskan atas segala macam lembaran papyrus, lontar, perkamen dan kertas dengan segala bentuknya: berupa gulungan, dilubangi dan diikat dengan atau dijilid muka belakangnya dengan kulit, kain, karton dan kayu. (Ensiklopedi Indonesia (1980, hlm. 538)). Tentu saja, ketika kita membaca sebuah buku, kita berharap untuk mendapatkan sebagian atau seluruh pelajaran dari buku tersebut, kemudian mengamalkannya, atau menerapkan pelajaran baik yang kita dapatkan dari sebuah buku.
Oleh : Mochammad Emir Sasmita - Orang Teledor
Tulisan ini dibuat dalam rangka merangkum, Aksi yang dapat dilakukan untuk Indonesia, juga untuk memeriahkan Kompetisi nge-blog Lintas.me (http://www.lintas.me). Gambar yang tercantum merupakan hasil karya pemegang hak cipta masing - masing. Tidak untuk diperjual belikan.
31 Oktober 2012
Kisah Teledor #10 : Atasan Yang Merana
Selamat sore pemirsa, dalam dunia Kerja, sering kali kita mendengar tentang hubungan antara karyawan dengan atasannya, dan terlebih kita sering mendengar karyawan yang merana, daripada atasan yang merana. Kalau kita membahas karyawan yang merana, tentunya hal yang biasa. Namun kali ini kita akan membahas mengenai atasan yang merana, mengapa tidak selesai membahas judulnya? Mengapa kalimat tadi berulang ulang? Maaf, saya telah teledor.
Dalam dunia kerja, sudah pasti ada perusahaan. Dalam perusahaan, sudah pasti ada karyawan dan atasan, juga ada sebuah peraturan. Jadi, apa yang membuat Atasan tersebut merana? Ternyata, hanyalah seorang Karyawan yang tidak memiliki ekspresi.
Apa yang salah di sini? Apakah kaitannya? Seorang Karyawan yang tidak memiliki ekspresi yang membuat atasan merana? Mengapa? Mengapa begitu banyak tanda tanya?
Ternyata. Seorang Karyawan yang tidak memiliki ekspresi, dapat membuat Atasan menjadi gregetan, contohnya, ketika Atasan sedang memarahi Karyawan tersebut, dia justru diam saja dengan ekspresi seolah tidak terjadi apa - malah cenderung seperti tersenyum seolah berkata "Pak Atasan ini sedang apa ya bicara tidak jelas". Jadilah, hal seperti ini membuat seorang Atasan menjadi kalut, yang terparah adalah. Karyawan tersebut semakin lama semakin membuat kesal karena ulahnya yang terkadang tidak mengindahkan peraturan di tempat dia bekerja.
Itulah yang terjadi pada beberapa perusahaan yang dikelola dengan managemen yang belum matang. Lalu di manakah letak keteledoran nya? Apakah Anda lupa? Kalu kita sudah mengalami keteledoran di Paragraf pertama?
Kata Mutiara : Peraturan yang dibuat sedemikian rupa baiknya, akan diacuhkan oleh orang orang yang merasakan mentah-nya sebuah Managemen.
Oleh : Orang Teledor
Dalam dunia kerja, sudah pasti ada perusahaan. Dalam perusahaan, sudah pasti ada karyawan dan atasan, juga ada sebuah peraturan. Jadi, apa yang membuat Atasan tersebut merana? Ternyata, hanyalah seorang Karyawan yang tidak memiliki ekspresi.
Apa yang salah di sini? Apakah kaitannya? Seorang Karyawan yang tidak memiliki ekspresi yang membuat atasan merana? Mengapa? Mengapa begitu banyak tanda tanya?
Ternyata. Seorang Karyawan yang tidak memiliki ekspresi, dapat membuat Atasan menjadi gregetan, contohnya, ketika Atasan sedang memarahi Karyawan tersebut, dia justru diam saja dengan ekspresi seolah tidak terjadi apa - malah cenderung seperti tersenyum seolah berkata "Pak Atasan ini sedang apa ya bicara tidak jelas". Jadilah, hal seperti ini membuat seorang Atasan menjadi kalut, yang terparah adalah. Karyawan tersebut semakin lama semakin membuat kesal karena ulahnya yang terkadang tidak mengindahkan peraturan di tempat dia bekerja.
Itulah yang terjadi pada beberapa perusahaan yang dikelola dengan managemen yang belum matang. Lalu di manakah letak keteledoran nya? Apakah Anda lupa? Kalu kita sudah mengalami keteledoran di Paragraf pertama?
Kata Mutiara : Peraturan yang dibuat sedemikian rupa baiknya, akan diacuhkan oleh orang orang yang merasakan mentah-nya sebuah Managemen.
Oleh : Orang Teledor
24 Oktober 2012
Kisah Teledor #9 : Keteledoran Yang Menghabiskan Uang
Anda semua tahu, kekurangan sebuah sifat yang disebut "Teledor". Kali ini, kita bahas "Keteledoran Yang Menghabiskan Uang". Apa yang kita simpulkan dari judul di atas? Apakah Keteledoran yang dapat membelanjakan uang? Apakah keteledoran tersebut bepergian ke suatu tempat dan membeli barang - barang hingga menghabiskan uang? Atau berkaitan dengan itu?
Sangat mudah untuk menyimpulkan judul di atas. Keteledoran memang benar benar sanggup untuk menghabiskan uang. Bukan kata "teledor" namun Orang yang Teledor. Contoh kecil sebuah Keteledoran yang menghabiskan uang yakni, ketika kita berbelanja, kita melihat isi dompet kita ada banyak sekali uang. Tanpa ba bi bu langsung beli ini beli itu. Saat membayar pun, ternyata. Mudah, tentu saja mudah, semua pembaca tahu, yang kita baca di atas, "dompet yang berisi uang banyak". Ternyata "pas" saat membayar. Kalau begitu, apa masalahnya? Kita lanjutkan dulu kisah ini. Setelah berbelanja, kita dihubungi oleh seseorang. "Pak, jadi kapan bisa bayar hutang?". Sampai di sini Anda Bingung? Merasa alur cerita kisah ini melenceng? Tidak ini tidak sulit untuk memahaminya.
Saat kita mendapat pertanyaan tersebut, kita baru teringat, kalau kita memang harus membayar hutang kepada orang tersebut, dan yang menjadi masalah adalah, uang kita yang banyak tersebut sudah habis tak tersisa. Dari kisah ini, kita dapat dengan mudah menarik kesimpulan. Ketika kita teledor saat mempunyai uang yang banyak, seketika kita melupakan anggaran yang sudah kita rencanakan sebelumnya.
Akhirnya, kalau memang kepepet, kita terpaksa gali lobang tutup lobang. "meminjam uang orang lain, untuk membayar hutang kepada orang lain".
Kata Mutiara : Berhati - hatilah saat punya banyak uang, rencanakan penggunaan uang untuk jangka waktu yang Anda tentukan, jika Anda pegawai yang mendapat penghasilan tetap, sebaiknya Anda Rencanakan setiap bulan, sebelum Anda menerima upah. Ketika Anda sudah membuatnya, terapkanlah rencana anggaran Anda pada kehidupan Anda.
Oleh : Orang Teledor
Sangat mudah untuk menyimpulkan judul di atas. Keteledoran memang benar benar sanggup untuk menghabiskan uang. Bukan kata "teledor" namun Orang yang Teledor. Contoh kecil sebuah Keteledoran yang menghabiskan uang yakni, ketika kita berbelanja, kita melihat isi dompet kita ada banyak sekali uang. Tanpa ba bi bu langsung beli ini beli itu. Saat membayar pun, ternyata. Mudah, tentu saja mudah, semua pembaca tahu, yang kita baca di atas, "dompet yang berisi uang banyak". Ternyata "pas" saat membayar. Kalau begitu, apa masalahnya? Kita lanjutkan dulu kisah ini. Setelah berbelanja, kita dihubungi oleh seseorang. "Pak, jadi kapan bisa bayar hutang?". Sampai di sini Anda Bingung? Merasa alur cerita kisah ini melenceng? Tidak ini tidak sulit untuk memahaminya.
Saat kita mendapat pertanyaan tersebut, kita baru teringat, kalau kita memang harus membayar hutang kepada orang tersebut, dan yang menjadi masalah adalah, uang kita yang banyak tersebut sudah habis tak tersisa. Dari kisah ini, kita dapat dengan mudah menarik kesimpulan. Ketika kita teledor saat mempunyai uang yang banyak, seketika kita melupakan anggaran yang sudah kita rencanakan sebelumnya.
Akhirnya, kalau memang kepepet, kita terpaksa gali lobang tutup lobang. "meminjam uang orang lain, untuk membayar hutang kepada orang lain".
Kata Mutiara : Berhati - hatilah saat punya banyak uang, rencanakan penggunaan uang untuk jangka waktu yang Anda tentukan, jika Anda pegawai yang mendapat penghasilan tetap, sebaiknya Anda Rencanakan setiap bulan, sebelum Anda menerima upah. Ketika Anda sudah membuatnya, terapkanlah rencana anggaran Anda pada kehidupan Anda.
Oleh : Orang Teledor
23 Oktober 2012
Kisah Teledor #8 : Mood Yang Hilang
Selamat sore saudara saudara, setelah sekian lamanya jam berlalu, barulah kali ini saya menemukan sebuah inspirasi, inspirasi dalam penulisan kali ini, jika kemarin kita membahas kisah keteledoran ke-Tujuh. Kita memasuki masa istirahat sejenak.
Entah mengapa, mood itu tak mau datang pada hari ini, padahal iklan sudah saya publikasikan agar mood mau meng-klik iklan saya supaya saya dapat sebuah revenue. Anda tahu revenue? Revenue mudah kita artikan sebagai "Pendapatan".
Karena kali ini kita tidak sedang membicarakan hal itu, kita lanjutkan ke topik kita "mood yang hilang". mengapa mood ini hilang? Kalau Anda bertanya kepada saya, saya sendiri harus bertanya kepada siapa? Sungguh sulit memang, mencari sebuah alasan "mood, meninggalkan kita".
Beberapa orang, menjadi mudah tersinggung ketika tidak mood, apakah Anda salah satunya? Saya salah satunya, salah bicara bisa saja membuat perasaan menjadi kesal seketika. Bagaimana cara Anda mengembalikan mood Anda? Anda Punya cara unik? Boleh Anda Bagikan kepada semua orang penikmat Kisah Keteledoran. Saya pernah mencoba, mengembalikan mood saya dengan makan sesuatu. Kadang kala memang berhasil. Namun di saat seperti ini, ketika makanan tak lagi membantu. Apa yang harus dilakukan? Tak henti hentinya saya menanyakan hal ini kepada Anda. Berharap, saya tak sendirian menikmati tulisan demi tulisan yang ada pada Kisah Keteledoran. Apakah saya telah teledor? apakah saya telah lupa menemukan di mana saya menyimpan mood saya? Siapa saya?
Wahai mood ku, kembalilah.
Kata Mutiara : Ketika mood tak kunjung tiba, bersabarlah, karena berinteraksi dengan orang yang kurang tepat, dapat membuat mood Anda berkurang lebih banyak dari sebelumnya. Ketika kerabat Anda sedang tidak mood, berhati hatilah saat berinteraksi dengannya, jangan sampai persahabatan hancur karena tidak mood.
Oleh : Orang Teledor
Entah mengapa, mood itu tak mau datang pada hari ini, padahal iklan sudah saya publikasikan agar mood mau meng-klik iklan saya supaya saya dapat sebuah revenue. Anda tahu revenue? Revenue mudah kita artikan sebagai "Pendapatan".
Karena kali ini kita tidak sedang membicarakan hal itu, kita lanjutkan ke topik kita "mood yang hilang". mengapa mood ini hilang? Kalau Anda bertanya kepada saya, saya sendiri harus bertanya kepada siapa? Sungguh sulit memang, mencari sebuah alasan "mood, meninggalkan kita".
Beberapa orang, menjadi mudah tersinggung ketika tidak mood, apakah Anda salah satunya? Saya salah satunya, salah bicara bisa saja membuat perasaan menjadi kesal seketika. Bagaimana cara Anda mengembalikan mood Anda? Anda Punya cara unik? Boleh Anda Bagikan kepada semua orang penikmat Kisah Keteledoran. Saya pernah mencoba, mengembalikan mood saya dengan makan sesuatu. Kadang kala memang berhasil. Namun di saat seperti ini, ketika makanan tak lagi membantu. Apa yang harus dilakukan? Tak henti hentinya saya menanyakan hal ini kepada Anda. Berharap, saya tak sendirian menikmati tulisan demi tulisan yang ada pada Kisah Keteledoran. Apakah saya telah teledor? apakah saya telah lupa menemukan di mana saya menyimpan mood saya? Siapa saya?
Wahai mood ku, kembalilah.
Kata Mutiara : Ketika mood tak kunjung tiba, bersabarlah, karena berinteraksi dengan orang yang kurang tepat, dapat membuat mood Anda berkurang lebih banyak dari sebelumnya. Ketika kerabat Anda sedang tidak mood, berhati hatilah saat berinteraksi dengannya, jangan sampai persahabatan hancur karena tidak mood.
Oleh : Orang Teledor
22 Oktober 2012
Kisah Teledor #7 : Mulut Yang Berbahaya
Membaca judul di atas, bagaimana menurut Anda? Apakah memang ada? Mulut yang berbahaya? Apakah dia menggigit? Apakah dia terlihat menyeramkan? Ada yang bisa menjawab? Saya bisa menjawabnya.
Dikatakan di atas, bahwa "Mulut Yang Berbahaya" bukanlah Denotasi, Apa itu denotasi? Denotasi adalah makna sebenarnya, dalam pengertian Bahasa Indonesia, ada juga konotasi, yaitu maknya kiasan, misalnya "Ada pohon yang melambai lambai, mengajak kita berteduh di bawahnya" Nah itulah makna konotasi. Pohon dibuat menjadi seolah berinteraksi seperti manusia. Jadi, Mulut yang berbahaya di sini maksudnya apa? Baiklah mari kita simak berita berikut.
“Menurut saya Tom Daley (atlet kebangsaan Inggris) tak punya kesempatan,” kata Meng Meng.
Saat giliran David Boudia dari Amerika Serikat, Meng Meng berkata; “Mereka semua aneh. Mereka itu sepertinya hanya dibesarkan oleh Single Parent, seperti itu (menurut nya atlet loncat indah pria itu kebanyakan pecinta sesama jenis)”.
Pasca siaran ini, netizen menghujat komentar Meng Meng dan menuntut Meng Meng minta maaf, karena dianggapnya wanita ini telah melanggar etika profesional. Meng Meng pun mengungkapkan unek-uneknya di Weibo. Meng Meng merasa dijebak oleh sang pengarah acara tersebut.<<===
Jadi, dari cuplikan berita di atas, kita mendapatkan sebuah pelajaran, dan kita tahu bahwa asal bicara sedikit saja, dapat menimbulkan perasaan yang tidak menyenangkan, jika orang lain mendapat perasaan tidak menyenangkan dari perkataan kita, lebih baik cepat minta maaf, sebelum ia memaksa kita untuk minta maaf. Jika perasaan tidak menyenangkan tidak dibalas dengan permintaan maaf, bisa saja membuat kita orang tersebut semakin mendapatkan perasaan tidak menyenangkan.
Kata Mutiara : Mulutmu Harimaumu, Berhati - hatilah dalam mengontrol mulut kita. Karena Mulut kita lah yang dapat menghancurkan diri kita.
Jika Kita berbuat kesalahan, Tak perlu malu meminta maaf. Sesungguhnya, permintaan maaf dapat mengubah kemarahan menjadi sesuatu yang tidak perlu dilanjutkan.
Oleh : Orang Teledor
Dikatakan di atas, bahwa "Mulut Yang Berbahaya" bukanlah Denotasi, Apa itu denotasi? Denotasi adalah makna sebenarnya, dalam pengertian Bahasa Indonesia, ada juga konotasi, yaitu maknya kiasan, misalnya "Ada pohon yang melambai lambai, mengajak kita berteduh di bawahnya" Nah itulah makna konotasi. Pohon dibuat menjadi seolah berinteraksi seperti manusia. Jadi, Mulut yang berbahaya di sini maksudnya apa? Baiklah mari kita simak berita berikut.
===>>Teledor Lupa Matikan Mic, Presenter Ini Dikecam Karena Mengejek Atlet!
Zhang Meng Meng, Seorang Komentator Acara Olahraga di China Central Television (CCTV) mendapat kritik karena komentarnya yang terdengar akibat lupa mematikan mic. Dia mengucapkan perkataan tak pantas saat siaran pertandingan final Diving Putra 10 meter.
Zhang Meng Meng, Seorang Komentator Acara Olahraga di China Central Television (CCTV) mendapat kritik karena komentarnya yang terdengar akibat lupa mematikan mic. Dia mengucapkan perkataan tak pantas saat siaran pertandingan final Diving Putra 10 meter.
“Menurut saya Tom Daley (atlet kebangsaan Inggris) tak punya kesempatan,” kata Meng Meng.
Saat giliran David Boudia dari Amerika Serikat, Meng Meng berkata; “Mereka semua aneh. Mereka itu sepertinya hanya dibesarkan oleh Single Parent, seperti itu (menurut nya atlet loncat indah pria itu kebanyakan pecinta sesama jenis)”.
Pasca siaran ini, netizen menghujat komentar Meng Meng dan menuntut Meng Meng minta maaf, karena dianggapnya wanita ini telah melanggar etika profesional. Meng Meng pun mengungkapkan unek-uneknya di Weibo. Meng Meng merasa dijebak oleh sang pengarah acara tersebut.<<===
Jadi, dari cuplikan berita di atas, kita mendapatkan sebuah pelajaran, dan kita tahu bahwa asal bicara sedikit saja, dapat menimbulkan perasaan yang tidak menyenangkan, jika orang lain mendapat perasaan tidak menyenangkan dari perkataan kita, lebih baik cepat minta maaf, sebelum ia memaksa kita untuk minta maaf. Jika perasaan tidak menyenangkan tidak dibalas dengan permintaan maaf, bisa saja membuat kita orang tersebut semakin mendapatkan perasaan tidak menyenangkan.
Jika Kita berbuat kesalahan, Tak perlu malu meminta maaf. Sesungguhnya, permintaan maaf dapat mengubah kemarahan menjadi sesuatu yang tidak perlu dilanjutkan.
Oleh : Orang Teledor
Kisah Teledor #6 : Kuliah Yang Tertunda
Selamat Hari Senin di Kisah Keteledoran #6, Jadi sampai di sini saja kita sudah menemukan lagi sebuah keteledoran, mana yang ingin kita pakai? Kisah Teledor atau Kisah Keteledoran? Untuk Judul, kita beri Kisah Teledor, dan untuk pengganti istilah Artikel, kita berikan Kisah Keteledoran.
Baiklah, di hari Minggu yang cerah, ketika orang - orang masih setia pada tempat tidur dan selimut nya, saya sudah memulai aktivitas saya, yang kebetulan sering disebut dengan "Kuliah". Mengapa saya kuliah? Tentu saja yang pertama kali ada di benak saya adalah "Mendapatkan Ilmu yang ilmiah". Juga gelar Akademik untuk memudahkan saya mencari penghasilan, mengapa seperti itu? Mengapa saya menyebutnya memudahkan mencari penghasilan? Orang orang banyak yang menyebut nya mencari pekerjaan, kemudian mereka mendapat penghasilan. Bagi saya, saya lebih suka menyebutnya mencari penghasilan dengan bekerja. Ya, itulah point nya. Jadi kalau ditanya, "Anda mau cari kerja?" "Baik silakan bekerja" "Lho upah nya mana?" "Anda cari kerja kan?" "Iya" "Bagus, silakan bekerja" Nah, kalau ada Perusahaan yang tega seperti itu, apakah mereka salah? Mungkin saya rasa tidak, hanya mungkin mereka akan berurusan dengan lembaga yang bergelut tentang Hak Asasi Manusia.
Nah, coba saat Anda ditanya "Anda mencari penghasilan?" "Ya, saya mencari penghasilan" "Kalau begitu, silakan Anda kerja, maka Anda akan kami bayar". Jadi lebih enak mana saudara - saudara? Menurut saya lebih enak yang pilihan saya, karena saya adalah diri saya sendiri. Jadi Anda bisa terbebas dari Troll-Boss.
Baik, kita sudah melakukan sebuah keteledoran lagi dengan membahas hal yang lain. Topik kita adalah "Kuliah Yang Tertunda". Mengapa Kuliah tersebut tertunda? Anda ingat kan tulisan di atas tadi? Kalau tidak ingat, boleh dibaca lagi. Jadi yang membuat kuliah saya tertunda adalah "Keteledoran penjaga gerbang kampus". Mengapa? Karena saat Jam kuliah sudah dimulai, Pintu gerbang masih terkunci, dan membuat kami (Mahasiswa) dan Dosen menunggu dibukakan pintu. Itulah dia Kisah Keteledoran Nomor 6, "Kuliah Yang Tertunda"
Kata Mutiara : Ketika Anda diberi sebuah kepercayaan oleh seseorang, maka gunakanlah kepercayaan tersebut sebaik mungkin, janganlah Anda mengecewakan seseorang yang memberikan Anda Kepercayaan tersebut, karena kepercayaan itu bagaikan kertas. "Sekali diremas, sangat sulit mengembalikannya menjadi seperti semula".
Oleh : Orang Teledor
Baiklah, di hari Minggu yang cerah, ketika orang - orang masih setia pada tempat tidur dan selimut nya, saya sudah memulai aktivitas saya, yang kebetulan sering disebut dengan "Kuliah". Mengapa saya kuliah? Tentu saja yang pertama kali ada di benak saya adalah "Mendapatkan Ilmu yang ilmiah". Juga gelar Akademik untuk memudahkan saya mencari penghasilan, mengapa seperti itu? Mengapa saya menyebutnya memudahkan mencari penghasilan? Orang orang banyak yang menyebut nya mencari pekerjaan, kemudian mereka mendapat penghasilan. Bagi saya, saya lebih suka menyebutnya mencari penghasilan dengan bekerja. Ya, itulah point nya. Jadi kalau ditanya, "Anda mau cari kerja?" "Baik silakan bekerja" "Lho upah nya mana?" "Anda cari kerja kan?" "Iya" "Bagus, silakan bekerja" Nah, kalau ada Perusahaan yang tega seperti itu, apakah mereka salah? Mungkin saya rasa tidak, hanya mungkin mereka akan berurusan dengan lembaga yang bergelut tentang Hak Asasi Manusia.
Nah, coba saat Anda ditanya "Anda mencari penghasilan?" "Ya, saya mencari penghasilan" "Kalau begitu, silakan Anda kerja, maka Anda akan kami bayar". Jadi lebih enak mana saudara - saudara? Menurut saya lebih enak yang pilihan saya, karena saya adalah diri saya sendiri. Jadi Anda bisa terbebas dari Troll-Boss.Baik, kita sudah melakukan sebuah keteledoran lagi dengan membahas hal yang lain. Topik kita adalah "Kuliah Yang Tertunda". Mengapa Kuliah tersebut tertunda? Anda ingat kan tulisan di atas tadi? Kalau tidak ingat, boleh dibaca lagi. Jadi yang membuat kuliah saya tertunda adalah "Keteledoran penjaga gerbang kampus". Mengapa? Karena saat Jam kuliah sudah dimulai, Pintu gerbang masih terkunci, dan membuat kami (Mahasiswa) dan Dosen menunggu dibukakan pintu. Itulah dia Kisah Keteledoran Nomor 6, "Kuliah Yang Tertunda"
Kata Mutiara : Ketika Anda diberi sebuah kepercayaan oleh seseorang, maka gunakanlah kepercayaan tersebut sebaik mungkin, janganlah Anda mengecewakan seseorang yang memberikan Anda Kepercayaan tersebut, karena kepercayaan itu bagaikan kertas. "Sekali diremas, sangat sulit mengembalikannya menjadi seperti semula".
Oleh : Orang Teledor
19 Oktober 2012
Kisah Keteledoran Yang Dihapus
Maaf Kisah Keteledoran ini Saya hapus karena tidak sesuai dengan peri keteledoran dan peri kelalaian.
Oleh : Orang Teledor
Oleh : Orang Teledor
Kisah Teledor #5 : Kecopetan? Yakin?
Ada apa sebenarnya dengan judul tersebut? Apa yang terjadi? Tidak terjadi apa apa, melainkan sebuah Rejeki yang berpindah, mengapa berpindah? Simak Kisah di bawah ini.
Sebut saja namanya Vera, Gadis Cantik berambut pirang, bertubuh semampai, STOP. Mengapa pembukaan nya seperti Kisah yang Dewasa? Jangan, saya hampir saja melakukan sebuah keteledoran di Kisah Keteledoran ini. Kala itu, dia pergi ke sebuah mal, menuju ke counter khusus wanita, dengan sangat lihai dan gesit, dia mengambil beberapa potong pakaian, dan perhiasan. Sampai di sini, apa yang terpikir dalam benak Anda? Dia pencuri? Menurut saya bukan, dia sedang gesit dalam berbelanja.
Dia memang sering mengunjungi counter itu, yang menurut dia, counter tersebut cukup nyaman, dan aman. Ketika dia selesai memilih barang barang yang akan dia belanjakan, dia menuju ke kasir, untuk membayar barang yang dia beli. Ketika dia membuka tas nya, dia mencari cari dompet nya, dia tidak menemukan dompetnya, dia pun panik dan kalang kabut. Akhirnya dia berteriak kecopetan dan berteriak memanggil keamanan counter, dan membuat pengunjung lain menjadi panik, Sampai di sini, Apa yang Anda dapat hubungkan dengan gambar di atas, dan perilaku Vera? Kecopetan? Tentu saja tidak, Karena Vera telah teledor, bukan berarti dia lupa mengamankan dompetnya, namun dia lupa kalau dia telah memindahkan dompet nya ke saku celana nya. Akhirnya, dia tersipu malu karena keteledoran nya.
Kata Mutiara : Anda belum tentu dapat mengenali seseorang dengan menilai seseorang tersebut hanya dari penampilannya, dan ingatlah selalu, perubahan, pemindahan sekecil apapun yang Anda lakukan, sebelum Anda menduga hal yang terburuk telah terjadi pada Anda.
Oleh : Orang Teledor
Kisah Teledor #4 : Siapa Yang Teledor? Saya Atau Anda?
Teledor, mengapa begitu banyak kata teledor di situs ini? Apakah ini hanya merupakan situs keyword stuffing yang berhubungan dengan kata teledor? Agar setiap orang yang teledor mengetikkan kata teledor pada situs pencarian bernama google itu menemukan situs ini? Mengapa Anda bertanya? Mengapa Anda meng-iya kan pertanyaan tersebut padahal Anda tahu Anda tidak bertanya, melainkan saya yang bertanya? berarti Anda sudah melakukan sebuhah keteledoran. Tidak, tentu saja tidak, apa yang tidak? Tidak, situs ini bukan merupakan sarana untuk ber-keyword stuffing supaya orang yang mengetikkan kata teledor dapat menemukan situs ini.
Jadi ini situs apa? Jadi Anda sudah lupa? Kalau situs ini adalah situs Edumor, Edumor? Apa itu? sudahkah Anda membaca Kisah Keteledoran #1 ? Di situ dijelaskan bahwa Orang Indonesia seringkali menggunakan Bahasa yang dibuat sendiri demi memudahkan mengartikan kata tersebut walaupun tidak tepat, STOP Kita sudah melupakan Topik Kita, Edumor yakni Edukasi Humor. Memang, jika Anda mencari kata tersebut di Kamus Bahasa Indonesia, mungkin Anda tidak menemukan Hasil yang relevan, dan berhubungan dengan kata Edukasi dan Humor. Itulah kami, kami juga ingin menyebutnya menjadi lebih mudah.
Jadi Intinya, Situs ini bukan merupakan sarana untuk ber-keyword stuffing ria, jadi, hal apa yang menjadi keteledoran di Kisah Keteledoran ini? Apakah Anda memang tidak menyimak, atau Anda tidak terlalu memikirkan apa yang menjadi keteledoran di situs ini? Di Atas, terdapat tulisan yang salah, terdapat kata "sebuhah". Jadi siapa yang teledor? Apakah Penulis yang salah mengetikkan huruf? Atau Anda yang tidak memperhatikan telah terjadi sebuah keteledoran dan Anda tidak menyadarinya?
Kata Mutiara : Keteledoran kecil, dapat membuat hal baik yang sudah kita lakukan menjadi tidak sempurna, dan sering kali kita melewatkan keteledoran kecil tersebut karena mengejar sesuatu yang menurut kita "banyak lebih bagus" daripada mengutamakan sebuah kualitas.
Oleh : Orang Teledor
18 Oktober 2012
Kisah Teledor #3 : Keteledoran Yang Membuat Kita Menjadi Tidak Seperti Biasanya
Terkadang keteledoran tidak hanya menjadi hal sangat membuat kita kesal, namun dapat juga membuat kita terpingkal pingkal, mengapa? Tentu saja hanya keteledoran orang lain yang dapat membuat kita terpingkal, walaupun sebenarnya kita terkadang terpingkal pingkal sendiri saat mengingat keteledoran yang pernah kita alami.
Saya sendiri pernah mengalami keteledoran yang membuat saya benar benar tidak seperti biasanya, mengapa membuat saya tidak seperti biasanya? Karena memang hal yang biasa dari diri saya adalah pulang ke rumah dengan kendaraan pribadi yang ber-roda dua tersebut, biasa kita sebut dengan sepeda motor. Mengapa demikian? Karena ketika saya sudah sampai di tempat parkir motor, baru teringat kunci sepeda motor saya tertinggal di kantor, sebenarnya ini memang tidak terlalu menjadi masalah jika Anda memikirkan "saya hanya perlu kembali lagi ke kantor dan mengambil kunci tersebut". Memang, saya pun berpikir demikian, dan saya bergegas kembali ke kantor untuk mengambil kunci yang tertinggal tersebut. Naas, ketika saya mencoba untuk masuk pintu kantor yang terkunci, dan saya harus membuka kuncinya dengan autentikasi yang menggunakan sidik jari saya pintu tersebut tidak mau terbuka, dan mesin autentikasi tersebut berkata "Time Period Deny" yang berarti bahwa saya sudah tidak memiliki akses masuk pada jam tersebut (23.08). Sungguh naas, karena keteledoran tersebut, saya harus pulang ke rumah dengan naik bus.
Kesimpulan dari kisah ini adalah, Saya telah teledor, dan keteledoran mengenai kunci sepeda motor yang tertinggal pernah terulang dengan tergesa - gesa saya mencarinya di dalam tas, karena saya tidak menemukan nya, dengan teledornya saya mengira kunci sepeda motor saya tertinggal di kantor, ketika saya kembali ke kantor, saya tidak menemukannya di kantor, akhirnya saya pun kembali ke tempat parkir lagi, mengharapkan sebuah ingatan yang kembali "di mana kunci motor saya berada?" setelah saya cari - cari lagi di dalam tas, dan ternyata saya menemukan kunci tersebut. Saya merasa dikerjai oleh diri saya sendiri karena keteledoran.
Kata Mutiara : Sebelum Anda benar benar bergegas untuk meninggalkan suatu tempat, yang bahkan merupakan tempat yang akrab dengan Anda, sebaiknya Anda benar benar memastikan bahwa tidak ada suatu apapun yang tertinggal.
Oleh : Orang Teledor
Saya sendiri pernah mengalami keteledoran yang membuat saya benar benar tidak seperti biasanya, mengapa membuat saya tidak seperti biasanya? Karena memang hal yang biasa dari diri saya adalah pulang ke rumah dengan kendaraan pribadi yang ber-roda dua tersebut, biasa kita sebut dengan sepeda motor. Mengapa demikian? Karena ketika saya sudah sampai di tempat parkir motor, baru teringat kunci sepeda motor saya tertinggal di kantor, sebenarnya ini memang tidak terlalu menjadi masalah jika Anda memikirkan "saya hanya perlu kembali lagi ke kantor dan mengambil kunci tersebut". Memang, saya pun berpikir demikian, dan saya bergegas kembali ke kantor untuk mengambil kunci yang tertinggal tersebut. Naas, ketika saya mencoba untuk masuk pintu kantor yang terkunci, dan saya harus membuka kuncinya dengan autentikasi yang menggunakan sidik jari saya pintu tersebut tidak mau terbuka, dan mesin autentikasi tersebut berkata "Time Period Deny" yang berarti bahwa saya sudah tidak memiliki akses masuk pada jam tersebut (23.08). Sungguh naas, karena keteledoran tersebut, saya harus pulang ke rumah dengan naik bus.
Kesimpulan dari kisah ini adalah, Saya telah teledor, dan keteledoran mengenai kunci sepeda motor yang tertinggal pernah terulang dengan tergesa - gesa saya mencarinya di dalam tas, karena saya tidak menemukan nya, dengan teledornya saya mengira kunci sepeda motor saya tertinggal di kantor, ketika saya kembali ke kantor, saya tidak menemukannya di kantor, akhirnya saya pun kembali ke tempat parkir lagi, mengharapkan sebuah ingatan yang kembali "di mana kunci motor saya berada?" setelah saya cari - cari lagi di dalam tas, dan ternyata saya menemukan kunci tersebut. Saya merasa dikerjai oleh diri saya sendiri karena keteledoran.
Kata Mutiara : Sebelum Anda benar benar bergegas untuk meninggalkan suatu tempat, yang bahkan merupakan tempat yang akrab dengan Anda, sebaiknya Anda benar benar memastikan bahwa tidak ada suatu apapun yang tertinggal.
Oleh : Orang Teledor
Kisah Teledor #2 : Seseorang yang Lupa di mana dia memarkirkan Mobil
![]() |
| Illustrasi |
Seseorang lupa di mana memarkirkan mobil? Kata lupa erat kaitannya dengan keteledoran, ya tentu saja, lalu bagai mana dengan Kisah ini? Apakah benar benar terjadi? Tentu saja, dari sumber inspirasi yang saya dapatkan, kejadian ini dialami oleh Pria asal Jerman tentunya saya tidak perlu menyebutkan Identitas orang tersebut karena memang tidak tercantum, dan tidak dipublikasikan siapa orang tersebut.
Kejadian itu dia alami dua tahun sebelum dia menemukan mobilnya, tepatnya dia melupakan di mana dia memarkirkan mobil tersebut setelah dia meminum minuman yang tidak perlu kita minum tersebut. Mobil itu tidak hilang, namun memang dia yang teledor karena mabuk dan tidak ingat kapan dan di mana dia memarkirkan mobilnya (saat itu).
Orang itu langsung pulang ke rumah nya ketika dia selesai menghadiri pesta tersebut, kita katakan "tersebut" karena supaya cepat dan tepat menuju hal yang tentunya pasti akan kita pikirkan tanpa saya tuliskan pesta apa yang dia lakukan.
Keesokan harinya, ketika dia sadar dari mabuknya, dia menyadari kalau dia merasa mobilnya telah hilang dan dia melapor kepada kepolisian setempat. Yang sangat parah adalah, dia tidak menemukan mobilnya selama dua tahun dan dia menemukan kembali mobil nya 3 mil dari tempat dia memarkirkan mobilnya. Walaupun dia yakin bahwa dia memarkirkan mobilnya tidak di tempat itu.
Kesimpulannya, Orang tersebut Benar benar Teledor.
Kata Mutiara : Berhati - hatilah terhadap sesuatu yang tidak perlu dikonsumsi, karena dapat menyebabkan keteledoran dari yang terkecil, hingga terbesar.
Oleh : Orang Teledor
Kisah Teledor #1 : Seseorang yang memakan bakso tidak memakai mangkuk
Jika Anda membaca judul tersebut, apa yang terdapat di benak Anda? tentunya Anda memikirkan hal yang sungguh sungguh Aneh, Bahwa Ada orang yang memakan bakso tanpa memakai mangkuk. Hebat sekali ya orang itu memakan bakso tidak memakai mangkuk. Mungkin Anda menyebut ini sebagai keteledoran pertama ketika Anda membaca judulnya, tentu saja tidak, kita sudah mengalami banyak keteledoran sebelumnya, jadi apakah saya teledor memberikan judul kisah keteledoran ini sebagai Kisah Teledor yang pertama? Namun tidak apa apa, itu tidak menyakitkan, STOP. Topik kita bukan judul Kisah ini.
Pada umumnya orang banyak berpikir bahwa jika ada orang bilang memakan bakso tidak memakai mangkuk, maka pernyataan tersebut akan menimbulkan pemikiran, bahwa orang tersebut merupakan orang aneh. Padahal kalau kita mengatakan orang yang memakan bakso tidak memakai mangkuk itu aneh justru kita yang aneh. Dalam bahasa Indonesia, kita seringkali mengucapkan kata kata semau kita mengganti ganti kata yang sudah ada, menjadi kata yang seenak kita dan semau kita pada saat menggunakannya.
Tentu Saja, Orang Memakan Bakso tidak memakai mangkuk, tetapi dia memakan bakso memakai mulutnya, sadarkah Anda? Kata memakan, berarti memasukkan sesuatu kedalam mulut, mengunyahnya, kemudian menelannya. Jadi, jika kita katakan seseorang memakan bakso tidak menggunakan mangkuk, maka itu memang bukan merupakan sesuatu yang Aneh. Tentu saja jika kita membahas hal yang berkaitan dengan kata kerja "memakan", maka mulutlah yang dipakai untuk memakan, bukan mangkuk.
Kata Mutiara : Cermatilah terlebih dahulu kata kata yang Anda dengar, sebelum menuding orang lain telah melakukan sesuatu yang tidak wajar, karena salah pemahaman.
Oleh : Orang Teledor
Pada umumnya orang banyak berpikir bahwa jika ada orang bilang memakan bakso tidak memakai mangkuk, maka pernyataan tersebut akan menimbulkan pemikiran, bahwa orang tersebut merupakan orang aneh. Padahal kalau kita mengatakan orang yang memakan bakso tidak memakai mangkuk itu aneh justru kita yang aneh. Dalam bahasa Indonesia, kita seringkali mengucapkan kata kata semau kita mengganti ganti kata yang sudah ada, menjadi kata yang seenak kita dan semau kita pada saat menggunakannya.
Tentu Saja, Orang Memakan Bakso tidak memakai mangkuk, tetapi dia memakan bakso memakai mulutnya, sadarkah Anda? Kata memakan, berarti memasukkan sesuatu kedalam mulut, mengunyahnya, kemudian menelannya. Jadi, jika kita katakan seseorang memakan bakso tidak menggunakan mangkuk, maka itu memang bukan merupakan sesuatu yang Aneh. Tentu saja jika kita membahas hal yang berkaitan dengan kata kerja "memakan", maka mulutlah yang dipakai untuk memakan, bukan mangkuk.
Kata Mutiara : Cermatilah terlebih dahulu kata kata yang Anda dengar, sebelum menuding orang lain telah melakukan sesuatu yang tidak wajar, karena salah pemahaman.
Oleh : Orang Teledor
Perubahan Alamat Kisah Keteledoran
Lagi Lagi sebuah keteledoran terjadi sodara sodara, saya juga memohon maaf atas keteledoran ini, bahwa alamat blog ini sebelumnya kisahteledor.blogspot.com berubah menjadi teledor.blogspot.com.
Saya menggantinya karena kebetulan nama tersebut kosong, dan saya tidak mengambil nama itu saat membuat blog ini, ini sungguh sungguh sebuah keteledoran. Jadi begitu nama tersebut ternyata tersedia, saya langsung mengambilnya, supaya tidak diambil orang orang yang tidak teledor dan menggunakan nama tersebut sebagai ketidak teledoran.
Kesimpulannya, sekarang kita akses situs ini dari alamat teledor.blogspot.com
Baik, sekian pemberitahuan keteledoran dari kami,
Oleh : Orang Teledor
Saya menggantinya karena kebetulan nama tersebut kosong, dan saya tidak mengambil nama itu saat membuat blog ini, ini sungguh sungguh sebuah keteledoran. Jadi begitu nama tersebut ternyata tersedia, saya langsung mengambilnya, supaya tidak diambil orang orang yang tidak teledor dan menggunakan nama tersebut sebagai ketidak teledoran.
Kesimpulannya, sekarang kita akses situs ini dari alamat teledor.blogspot.com
Baik, sekian pemberitahuan keteledoran dari kami,
Oleh : Orang Teledor
Langganan:
Postingan (Atom)




















