Hmmmm... Hujan membasahi bumi, dari kemarin hingga hari ini, tak mengurangi niat saya untuk memenuhi undangan interview kemarin. Maaf saya telah teledor tidak menyampaikan salam kemarin sejak Kisah Teledor #14. Setelah sekian lama terhenti, akhirnya kembali lagi saya saatnya melanjutkan kisah ini, sadar atau tidak sadar, ada atau tidak ada yang membaca, tetap semangat menulis.
Kembali ke topik kita pada hari ini. Ya, saya telah menghadiri undangan interview itu, tentunya setelah menemukan alamat yang dituju. Begitu masuk, bertemu dengan interviewer. Wawancara itu hanya berlangsung singkat, tidak terlalu banyak bertanya, bahkan terkesan "terburu-buru". Mereka mengatakan ingin menempatkan saya pada divisi lain dan tidak sesuai sama sekali dengan yang saya lamar. Sampai pada akhir wawancara, mereka meminta sejumlah uang, untuk membayar seminar yang akan mereka adakan. Saat itulah saya mulai meragukan dan memilih untuk mengakhiri saja.
Poin yang akan saya berikan adalah. Jika selama ini orang berkata "Cari kerja susah", menurut saya tidak sepenuh nya benar. Di era digital seperti sekarang ini internet sudah bukan hal yang asing di telinga kita, jika kita mencari kerja di internet sesungguhnya tersedia banyak sekali lowongan kerja. Jadi cari kerja itu mudah, yang susah menyesuaikan dengan keinginan kita dan pekerjaan yang benar, setelah kita tahu sebuah pekerjaan yang sesuai dan benar, tahap selanjutnya adalah menunggu konfirmasi diterima atau tidak, itulah poin sulitnya. Jadi "cari kerja gampang", "dapat kerja susah".
Maaf saya telah teledor, sebelum nya kita sepakat bahwa kita ingin mencari penghasilan, bukan mencari kerja seperti di Kisah Teledor #6. Bukan bukan itu poin nya, maaf saya telah teledor.
Di sini perlu kita ketahui tadi bahwa mereka meminta sejumlah uang untuk seminar, jika saja saya teledor, mungkin saya menyanggupi persyaratan nya, bukan, bukan itu maksud saya, jika memang itu perusahaan yang benar, maka dia pastinya akan memberi pilihan untuk "potong gaji" dari upah pertama saat bekerja, upah nya memang cukup menggiurkan untuk seorang lulusan SMK, kembali lagi, kita harus berhati - hati.
Ummm, sebenarnya alasan pertama tadi mereka meminta uang untuk seminar, kemudian mereka meminta "uang pendaftaran". Saat itulah yang membuat saya berpikir dua kali, "duit dari mana?" Ya maklum, datang untuk cari penghasilan, bukan bayar buat dapat kerja. Maka dari itu lah, kita perlu hati hati. Wawancara kerja yang dilakukan oleh profesional dan perusahaan yang "legal" adalah, mereka tentu ingin mengetahui apa yang akan diberikan pelamar ke pada perusahaan, bukan uang tentunya, namun kemampuan, pengalaman dan hal tertentu. Ingat sekali lagi, bukan uang. Kalaupun mereka meminta uang, pilihannya adalah "potong gaji".
Sayangnya, ketika saya ingin bergegas pergi, mereka meminta CV saya, dan saya memberikannya, waspada, dua kali lipat, jika suatu saat cv itu digunakan untuk tindakan kejahatan, maupun mereka menyalurkan cv ke tempat lain, tetap cermati."Tidak ada perusahaan legal yang meminta uang untuk persyaratan masuk bekerja".
Kata Mutiara: Telitilah pada diri sendiri, apa yang kita lakukan, apa yang kita inginkan, cermat sebelum melakukan suatu perjanjian. Pahami sikap interviewer, bertanyalah bila tidak paham/tidak jelas padanya, cermat sebelum melakukan suatu perjanjian. Saya bukan menulis dua kali tanpa sengaja, namun memang sekali lagi cermat sebelum melakukan suatu perjanjian, adalah hal yang utama. "Tidak ada perusahaan legal yang meminta uang untuk persyaratan masuk bekerja".
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan
11 Februari 2015
Kisah Teledor #14: Baterai HP ku Awet Sekali
Hari ini, entah mengapa terasa sulit untuk tidur, teringat kembali akan undangan interview esok hari. Sejenak ku berpikir, saat kulihat telepon genggam ku, terlihat baterai nya masih 67%. "Wow! Awet sekali baterai ku hari ini". Langsung kuperiksa "Apa yang salah dengan HP ku ini?", maklum sudah terbiasa terasa boros sekali tiap hari nya.
App demi app kuperiksa satu demi satu, dua demi dua. Anehnya tak ada notifikasi apapun, semakin ku penasaran, lagi - lagi kubertanya, "Apa yang salah?".
Tak lama kemudian tiba tiba ada sms yang menyatakan bahwa paket internet ku habis.
Ternyata ku tersadar, ku telah teledor, ku lupa beli paket internet macam mana rupanya??? Hingga tak ada notifikasi apapun yang membuat baterai ku awet.
Kesimpulan dari kisah keteledoran di atas adalah baterai telepon genggam tiba tiba awet karena internet tak berfungsi. Juga Anda telah mengalami keteledoran hingga tidak menghiraukan bahwa judul kisah keteledoran ini janggal. Di mana kah Kisah Teledor #13?
Kalimat Mutiara: Di dunia yang modern ini, paket internet yang habis bisa menghambat komunikasi Anda, namun bisa menambah daya tahan baterai Anda, selalu ada hikmah di setiap masalah, baik buruk nya suatu pengalaman, selalu ada pelajaran yang akan kita dapat. Salam.
18 Oktober 2012
Kisah Teledor #3 : Keteledoran Yang Membuat Kita Menjadi Tidak Seperti Biasanya
Terkadang keteledoran tidak hanya menjadi hal sangat membuat kita kesal, namun dapat juga membuat kita terpingkal pingkal, mengapa? Tentu saja hanya keteledoran orang lain yang dapat membuat kita terpingkal, walaupun sebenarnya kita terkadang terpingkal pingkal sendiri saat mengingat keteledoran yang pernah kita alami.
Saya sendiri pernah mengalami keteledoran yang membuat saya benar benar tidak seperti biasanya, mengapa membuat saya tidak seperti biasanya? Karena memang hal yang biasa dari diri saya adalah pulang ke rumah dengan kendaraan pribadi yang ber-roda dua tersebut, biasa kita sebut dengan sepeda motor. Mengapa demikian? Karena ketika saya sudah sampai di tempat parkir motor, baru teringat kunci sepeda motor saya tertinggal di kantor, sebenarnya ini memang tidak terlalu menjadi masalah jika Anda memikirkan "saya hanya perlu kembali lagi ke kantor dan mengambil kunci tersebut". Memang, saya pun berpikir demikian, dan saya bergegas kembali ke kantor untuk mengambil kunci yang tertinggal tersebut. Naas, ketika saya mencoba untuk masuk pintu kantor yang terkunci, dan saya harus membuka kuncinya dengan autentikasi yang menggunakan sidik jari saya pintu tersebut tidak mau terbuka, dan mesin autentikasi tersebut berkata "Time Period Deny" yang berarti bahwa saya sudah tidak memiliki akses masuk pada jam tersebut (23.08). Sungguh naas, karena keteledoran tersebut, saya harus pulang ke rumah dengan naik bus.
Kesimpulan dari kisah ini adalah, Saya telah teledor, dan keteledoran mengenai kunci sepeda motor yang tertinggal pernah terulang dengan tergesa - gesa saya mencarinya di dalam tas, karena saya tidak menemukan nya, dengan teledornya saya mengira kunci sepeda motor saya tertinggal di kantor, ketika saya kembali ke kantor, saya tidak menemukannya di kantor, akhirnya saya pun kembali ke tempat parkir lagi, mengharapkan sebuah ingatan yang kembali "di mana kunci motor saya berada?" setelah saya cari - cari lagi di dalam tas, dan ternyata saya menemukan kunci tersebut. Saya merasa dikerjai oleh diri saya sendiri karena keteledoran.
Kata Mutiara : Sebelum Anda benar benar bergegas untuk meninggalkan suatu tempat, yang bahkan merupakan tempat yang akrab dengan Anda, sebaiknya Anda benar benar memastikan bahwa tidak ada suatu apapun yang tertinggal.
Oleh : Orang Teledor
Saya sendiri pernah mengalami keteledoran yang membuat saya benar benar tidak seperti biasanya, mengapa membuat saya tidak seperti biasanya? Karena memang hal yang biasa dari diri saya adalah pulang ke rumah dengan kendaraan pribadi yang ber-roda dua tersebut, biasa kita sebut dengan sepeda motor. Mengapa demikian? Karena ketika saya sudah sampai di tempat parkir motor, baru teringat kunci sepeda motor saya tertinggal di kantor, sebenarnya ini memang tidak terlalu menjadi masalah jika Anda memikirkan "saya hanya perlu kembali lagi ke kantor dan mengambil kunci tersebut". Memang, saya pun berpikir demikian, dan saya bergegas kembali ke kantor untuk mengambil kunci yang tertinggal tersebut. Naas, ketika saya mencoba untuk masuk pintu kantor yang terkunci, dan saya harus membuka kuncinya dengan autentikasi yang menggunakan sidik jari saya pintu tersebut tidak mau terbuka, dan mesin autentikasi tersebut berkata "Time Period Deny" yang berarti bahwa saya sudah tidak memiliki akses masuk pada jam tersebut (23.08). Sungguh naas, karena keteledoran tersebut, saya harus pulang ke rumah dengan naik bus.
Kesimpulan dari kisah ini adalah, Saya telah teledor, dan keteledoran mengenai kunci sepeda motor yang tertinggal pernah terulang dengan tergesa - gesa saya mencarinya di dalam tas, karena saya tidak menemukan nya, dengan teledornya saya mengira kunci sepeda motor saya tertinggal di kantor, ketika saya kembali ke kantor, saya tidak menemukannya di kantor, akhirnya saya pun kembali ke tempat parkir lagi, mengharapkan sebuah ingatan yang kembali "di mana kunci motor saya berada?" setelah saya cari - cari lagi di dalam tas, dan ternyata saya menemukan kunci tersebut. Saya merasa dikerjai oleh diri saya sendiri karena keteledoran.
Kata Mutiara : Sebelum Anda benar benar bergegas untuk meninggalkan suatu tempat, yang bahkan merupakan tempat yang akrab dengan Anda, sebaiknya Anda benar benar memastikan bahwa tidak ada suatu apapun yang tertinggal.
Oleh : Orang Teledor
Kisah Teledor #2 : Seseorang yang Lupa di mana dia memarkirkan Mobil
![]() |
| Illustrasi |
Seseorang lupa di mana memarkirkan mobil? Kata lupa erat kaitannya dengan keteledoran, ya tentu saja, lalu bagai mana dengan Kisah ini? Apakah benar benar terjadi? Tentu saja, dari sumber inspirasi yang saya dapatkan, kejadian ini dialami oleh Pria asal Jerman tentunya saya tidak perlu menyebutkan Identitas orang tersebut karena memang tidak tercantum, dan tidak dipublikasikan siapa orang tersebut.
Kejadian itu dia alami dua tahun sebelum dia menemukan mobilnya, tepatnya dia melupakan di mana dia memarkirkan mobil tersebut setelah dia meminum minuman yang tidak perlu kita minum tersebut. Mobil itu tidak hilang, namun memang dia yang teledor karena mabuk dan tidak ingat kapan dan di mana dia memarkirkan mobilnya (saat itu).
Orang itu langsung pulang ke rumah nya ketika dia selesai menghadiri pesta tersebut, kita katakan "tersebut" karena supaya cepat dan tepat menuju hal yang tentunya pasti akan kita pikirkan tanpa saya tuliskan pesta apa yang dia lakukan.
Keesokan harinya, ketika dia sadar dari mabuknya, dia menyadari kalau dia merasa mobilnya telah hilang dan dia melapor kepada kepolisian setempat. Yang sangat parah adalah, dia tidak menemukan mobilnya selama dua tahun dan dia menemukan kembali mobil nya 3 mil dari tempat dia memarkirkan mobilnya. Walaupun dia yakin bahwa dia memarkirkan mobilnya tidak di tempat itu.
Kesimpulannya, Orang tersebut Benar benar Teledor.
Kata Mutiara : Berhati - hatilah terhadap sesuatu yang tidak perlu dikonsumsi, karena dapat menyebabkan keteledoran dari yang terkecil, hingga terbesar.
Oleh : Orang Teledor
Langganan:
Postingan (Atom)


